Apabila ‘soft porn’ jadi budaya, siapa sebenarnya gagal?

- Advertisement -

MUTAKHIR ini, polemik melibatkan kandungan berunsur ‘soft porn’ dalam ruang seni termasuk kontroversi pementasan teater di Universiti Malaya (UM); bukan sekadar mencetuskan perdebatan, tetapi membuka pekung yang lebih besar dalam masyarakat; kekeliruan tentang garis nilai itu sendiri.  Apa yang dahulunya dianggap sensitif kini mula dipertahankan atas nama ekspresi seni, manakala kritikan […]

- Advertisement -
Sila log in atau langgan untuk akses sepenuhnya
- Advertisement -